Minggu, 12 Oktober 2014

PBB: Kesalahan Vaksin Membunuh Anak Suriah

Kasus:

PBB telah mengakui 15 anak Suriah tewas setelah mitra LSM mereka keliru memberi obat yang salah dalam program vaksinasi campak. Stephane Dujarric, juru bicara Sekjen PBB, mengatakan pada Rabu bahwa relaksan otot diberikan kepada anak-anak dan bayi pertengahan September di bagian yang dikuasai pemberontak di barat laut Suriah. "Apa yang terjadi dengan vaksin adalah tragedi nyata, itu merupakan "human error" yang mendasar, '' kata Dujarric. 

Sebuah laporan oleh Organisasi Kesehatan Dunia bulan lalu mengatakan relaksan otot itu disimpan di lemari yang sama dengan zat yang digunakan untuk mencairkan vaksin campak. Dikatakan orang atau kelompok yang bertanggung jawab untuk hal itu tidak diketahui. 

Minggu, 14 September 2014

Lean Thinking Rekam Medis

Unit medical record mempunyai peran yang luas di rumah sakit. Banyak sekali aktifitas yang terkait dengannya. Karena banyaknya aktifitas itulah pengelolaannya menjadi sangat penting.  Jika tidak dikelola dengan baik, unit medical record dapat menjadi sumber masalah yang makin lama makin besar, dan makin mengganggu kinerja rumah sakit secara keseluruhan.  

Beberapa masalah yang sering terjadi di unit medical record diantaranya adalah: 
  • Waktu tunggu yang lama dari berkas medical record untuk sampai di poliklinik. 
  • Berkas medical record tidak ditemukan. 
  • Berkas medical record tercecer di berbagai tempat.
  • Tempat penyimpanan berkas penuh.
  • Waktu tunggu yang lama untuk penyelesaian dokumen (seperti: surat keterangan lahir, resume medis, administrasi asuransi, dan lain-lain).
  • Kekurangan tenaga kerja.
  • Dan lain-lain.  
Salah satu solusi untuk mengatasi hal itu adalah dengan menerapkan electronic medical record.  Namun, solusi itu di Indonesia belum merupakan solusi yang terpilih, karena masih banyaknya masalah yang terkait dengan penerapannya.  Oleh karena itu, kita memerlukan solusi lain yang efektif.  Salah satu yang dapat kita terapkan adalah menerapkan konsep Lean Thinking di unit medical record.  Contoh penerapan konsep tersebut dapat dilihat pada video slide di bawah ini:
video

Jika tampilan video di atas kurang jelas, anda dapat melihat video yang sama disini.

Kamis, 07 Agustus 2014

Sejarah Metodologi Mutu

  • Kembali ke zaman kuno, terutama ke Cina, India, Yunani dan Kekaisaran Romawi: pengrajin terampil. 
  • Jaman kekhalifahan Islam, melanjutkan dan mengembangkan apa yang telah dicapai peradaban sebelumnya.
  • Revolusi Industri (abad ke-18): kebutuhan akan produk yang lebih konsisten yang diproduksi secara massal dan diperlukan untuk dipertukarkan. Munculnya inspeksi setelah produk selesai dibuat, dan departemen mutu yang terpisah. 
  • Ilmu metodologi mutu modern dimulai oleh R.A. Fisher, yang menyempurnakan jalan pintas ilmiah untuk merubah sejumlah besar data menjadi titik-titik penting hubungan sebab akibat untuk mempercepat pengembangan metode bercocok tanam.

Senin, 04 Agustus 2014

Pengantar Mutu / Introduction to Quality

DEFINISI MUTU

Banyak ahli yang telah mendefinisikan mutu. Di bawah ini adalah beberapa diantaranya:
  • Feigenbaum (1983): Mutu adalah keseluruhan karakteristik produk (barang dan jasa), di mana produk yang digunakan akan memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. 
  • American Society of Quality Control (ASQC) dan American National Standard Institute (ANSI): Mutu adalah keseluruhan fitur dan karakteristik produk (barang dan jasa) yang mengandalkan pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan. 
  • ISO 9000: 2000: Mutu adalah suatu derajat dimana seperangkat karakteristik yang melekat memenuhi persyaratan. 
  • Joseph M. Juran: Mutu adalah kesesuaian untuk penggunaan atau tujuan. 
  • Philips B Crosby: Mutu adalah kesesuaian dengan persyaratan.

Kamis, 24 Juli 2014

Standar JCI Edisi Kelima / JCI 5th Edition Standards

Standar akreditasi JCI untuk rumah sakit edisi kelima sudah terbit pada bulan April 2014. Ada banyak perubahan pada edisi kelima ini. Secara umum, semua perubahan-perubahan yang signifikan tercantum dalam sebuah tabel di awal setiap bab di mana standar tersebut berada (dibandingkan dengan standar edisi keempat). Jika standar tidak tercantum dalam tabel, berarti tidak berbeda dari standar edisi keempat. Perubahan diklasifikasikan dalam empat hal:
  • Tidak ada perubahan penting – Perubahan kalimat yang dibuat untuk kepentingan kejelasan, tetapi persyaratan dalam standar tidak berubah.
  • Penomoran ulang - Standar pindah dari tempat yang berbeda dalam bab yang sama atau bab lain, dan oleh karena itu, diberi penomoran ulang.
  • Perubahan persyaratan – Perubahan pada satu atau lebih elemen penilaian (EP), yang akan mengubah cara rumah sakit dievaluasi. 
  • Standar baru - Persyaratan baru yang tidak ada pada standar edisi keempat. 

Minggu, 15 Juni 2014

Kejadian Sentinel: Penculikan Bayi di Rumah Sakit

Kasus:

TEMPO.CO, Bandung - Pelaku penculikan bayi di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Kota Bandung, pada Selasa malam, 25 Maret 2014, mengenakan jas dokter berwarna putih. Menurut orang tua bayi, Tony Manurung, 26 tahun, penculik sempat menyatakan bayinya harus dirawat.

"Pelakunya wanita hitam manis, matanya agak sipit, tingginya sekitar 165 sentimeter, agak gemuk," kata Toni ketika menggelar jumpa pers di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Rabu, 26 Maret 2014.

Sewaktu kejadian, kata Toni, penculik mengenakan jas dokter, kacamata dengan lensa bening dan bingkai hitam, kerudung, serta rok jins yang panjang dan berenda. "Dia mengaku dokter bagian administrasi." 

Penculikan ini terjadi setelah istrinya, Lasmaria Manulang, 23 tahun, melahirkan bayi perempuan di ruang bersalin kelas III, Alamanda, di RS Hasan Sadikin pada Selasa pagi, 25 Maret 2014, sekitar pukul 09.30 WIB. "Setengah jam sebelum melahirkan, istri saya sempat melihat pelaku mondar-mandir di dekat ruang bersalin. Tapi waktu itu istri saya tidak curiga," kata Toni. 

Beberapa saat setelah melahirkan anak keduanya itu, Lasmaria sempat dikunjungi perempuan tersebut. Waktu itu perempuan tersebut sempat menanyakan kondisi Lasmaria. Menjelang sore, Lasmaria dan bayinya dipindahkan ke ruang perawatan Alamanda. Sekitar pukul 16.00, perempuan itu kembali mengunjungi Lasmaria. Dia kembali menanyakan kondisi kesehatan Lasmaria. Lalu, sekitar pukul 19.15, perempuan itu lagi-lagi datang.

Dia menanyakan waktu kepulangan Lasmaria. Waktu itu Tony mengatakan bahwa dia, istri, bayi mereka akan pulang esok."Dia juga meminta KTP saya, tapi dibalikin. Dan saya melihat perubahan raut muka perempuan itu, seperti kecewa," kata Toni.

Lalu perempuan yang disangka dokter oleh pasangan suami-istri itu kembali bertanya-tanya kepada Lasmira yang saat itu sedang tiduran. "Pelaku bertanya ke istri saya, masih mules enggak? Masih menahan kencing? Dia (pelaku) bilang kencing aja, jangan ditahan," kata Toni.

Perempuan itu kemudian meminta Toni mengantar Lasmira ke kamar mandi untuk membersihkan noda darah yang masih menempel pada kaki istrinya tersebut. "Dia memegang bayi dan bilang mau dia bawa ke ruang perawatan bayi. Karena kami menyangka dia dokter, kami menurut saja (meninggalkan bayi) terus saya antar istri ke kamar mandi," ujar Toni.

Setelah keluar dari kamar mandi, Toni melihat bayinya sudah tidak ada di tempat tidur. "Saat itu saya belum curiga. Lalu saya lapor perawat magang karena selimut bayi tertinggal di kasur."

Mendapat laporan itu, perawat magang bingung karena petugas dari ruang bayi tidak pernah menyuruh orang mengambil bayi Toni. Perawat itu kemudian panik dan melapor ke petugas keamanan, yang langsung mengecek rekaman CCTV. Saat itulah Tony baru sadar bahwa bayinya diculik.(ERICK P. HARDI)

Kamis, 05 Juni 2014

Kejadian Sentinel: Bayi Tertukar di Rumah Sakit

Kasus:

Merdeka.com - Terjadi ketegangan di ruang persalinan rumah sakit Dok II Jayapura antara keluarga seorang ibu yang baru melahirkan dengan pihak rumah sakit, Oktober 2013 di Jayapura. Keluarga pasien, tidak terima setelah mengetahui bayi yang baru dilahirkan oleh Agustina menggunakan gelang identitas dengan nama ibu yang berbeda. Hal ini baru diketahui, setelah sang ibu membawa bayinya pulang ke rumah.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Dok II Jayapura, Papua, Yerry Mzen mengakui insiden tertukarnya gelang identitas seorang bayi yang baru dilahirkan Oktober tahun lalu akibat kelalaian perawat yang bertugas.

Menurut Yerry, tidak ada kejadian bayi tertukar, melainkan tanda pengenal bayi yang salah dipakaikan oleh perawat. Hal itu terjadi karena jumlah tenaga perawat yang berjaga di ruangan persalinan dan bayi hanya tiga orang. Sementara bayi yang dilahirkan sepanjang hari ada 8 bayi.

Selasa, 03 Juni 2014

Kejadian Sentinel / Sentinel Event

Standar akreditasi RS 2012 PMKP.6 EP.1 / JCI QPS.6 ME.1 mensyaratkan agar pemimpin rumah sakit menetapkan definisi kejadian sentinel yang meliputi paling sedikit a) sampai d) yang dimuat di Maksud dan Tujuan. Salah satu yang dapat kita jadikan referensi adalah definisi dari Joint Commission International (JCI) tentang sentinel event, yaitu: “Suatu kejadian tak diharapkan yang menyebabkan kematian atau cedera fisik atau psikologis serius, atau resiko daripadanya. Termasuk di dalamnya (tetapi tidak terbatas pada): kematian yang tidak dapat diantisipasi dan tidak berhubungan dengan penyebab alami dari penyakit pasien atau kondisi medis dasar pasien (contoh: bunuh diri); kehilangan permanen yang besar dari fungsi yang tidak berhubungan dengan penyakit dasar pasien; pembedahan yang salah lokasi, salah prosedur, salah pasien; penculikan bayi atau bayi yang dibawa pulang oleh orang tua yang salah”.

Minggu, 25 Mei 2014

Budaya Tidak Menyalahkan / No Blame Culture

Pada posting sebelumnya sudah kita bahas mengenai Sistim Pelaporan Insiden.  Sistim ini sangat bermanfaat bagi rumah sakit.  Jika rumah sakit kita dapat menerapkannya, maka makin lama makin banyak permasalahan dapat diselesaikan.  Dengan demikian, mutu rumah sakit pun makin lama akan makin meningkat.

Sabtu, 24 Mei 2014

Sistim Pelaporan Insiden / Incident Reporting System

Pada standar akreditasi RS 2012 bab PMKP / JCI QPS, banyak dicantumkan hal-hal yang menyangkut insiden. Standar-standar tersebut adalah:
  • PMKP.3.1 elemen penilaian 1: Pimpinan klinis menetapkan indikator kunci untuk setiap area klinis yang disebut di 1) sampai 11) di Maksud dan Tujuan. Lihat nomor 6 : kesalahan pengobatan (medication error) dan kejadian nyaris cedera (near misses)
  • PMKP.3.3 elemen penilaian 1: Pimpinan manajerial dan klinis menetapkan indikator kunci untuk menilai setiap Sasaran Keselamatan Pasien.
  • PMKP.6 Rumah sakit menggunakan proses untuk melakukan identifikasi dan pengelolaan kejadian sentinel.
  • PMKP.7 Dilakukan analisis jika data menunjukkan adanya variasi dan kecenderungan dari KTD
  • PMKP.8 Rumah sakit menetapkan proses untuk melakukan identifikasi dan analisis KNC
  • PMKP.11 Program manajemen risiko digunakan untuk melakukan identifikasi dan mengurangi KTD yang tidak diharapkan terjadi dan mengurangi risiko terhadap keselamatan pasien dan staf.