Selasa, 06 Januari 2015

5S Di Ruang Kerja, 15 Menit Setiap Hari

5S adalah aktifitas mendasar yang harus dilakukan sebagai langkah awal menuju penerapan lean management. Tanpa 5S, lean management akan seperti bangunan yang kehilangan pondasinya. Oleh karena itu, pemahaman terhadap aktifitas 5S ini harus kita kuasai, agar dapat kita laksanakan dengan baik.

Pada tulisan ini saya akan membahas tentang penerapan 5S di ruang kerja, sebagai langkah awal menuju penerapan 5S di seluruh lingkungan kerja.  Cara penerapannya pun mudah, kita hanya perlu mengalokasikan 15 menit setiap hari, sehingga tidak menyita waktu. Diharapkan, dengan diterapkannya 5S di ruang kerja ini, dapat menjadi langkah awal untuk mendorong terlaksananya penerapan 5S di area yang lebih luas di lingkungan kerja kita masing-masing.  Berikut ini adalah video slidenya.

video

Anda pun dapat melihat video slide tersebut disini.

Kamis, 01 Januari 2015

Bagaimana Otak Belajar?

Belajar adalah aktifitas terpenting dalam hidup.  Semua hal di alam semesta ini dalam keadaan belajar, agar dapat melanjutkan kehidupan.  Sistim alam semesta berikut seluruh pendukungnya masih ada karena terus belajar. Dengan belajar, mereka akan terus dapat melakukan perbaikan. Tanpa belajar, kehidupan ini akan hancur dan musnah.

Contoh:
Ketika tubuh seseorang diserang oleh suatu virus patogen, ia akan melakukan respon. Jika virus itu sudah pernah menyerang sebelumnya, maka tubuh akan merespon dalam bentuk pengeluaran antibodi spesifik sebagai hasil belajar dari serangan virus yang sama sebelumnya. Dengan adanya antibodi itu, serangan virus menjadi tidak ada artinya, karena tubuh sudah kebal / imun terhadap virus tersebut. Namun, virus pun belajar dari pengalaman sebelumnya.  Ketika tubuh manusia sudah memiliki antibodi terhadapnya, ia akan melakukan mutasi dan memiliki sifat-sifat baru yang belum dikenal oleh tubuh manusia.  Sehingga, ketika ia menyerang manusia, manusia tidak lagi kebal, dan jatuh sakit.  Tetapi, kemudian tubuh manusia belajar lagi untuk mengenali virus tersebut dan membuat antibodinya.  Begitu seterusnya. 

Rabu, 26 November 2014

Kejadian Sentinel: Seorang Nenek Tewas Setelah Diberi Obat yang Salah

Kasus :

KBR - Seorang nenek di Bristol, Inggris tewas setelah diberi obat yang salah oleh apoteker. Dawn Britton (62 tahun) sebenarnya terbiasa meminum pil untuk penyakit Crohn atau peradangan pada saluran cerna yang ia derita. Namun seorang apoteker keliru memberi tablet yang berbeda, yang seharusnya untuk penderita diabetes.

Karena ukuran dan warna pil yang sama, Britton pun tidak bisa membedakan pil yang biasa ia minium dengan pil yang ia terima dari apoteker. Setelah ia meminum pil itu beberapa minggu, ia koma dan meninggal sebulan kemudian di rumah sakit.

Kini, anak Britton berniat menuntut Farmasi Jhoots yang memberikan resep yang salah pada Agustus tahun lalu.

“Kami diberitahu (mereka) bahwa penuntutan itu tidak berkaitan dengan kepentingan publik. Tapi bagaimana bisa orang dibiarkan saja setelah membunuh ibu kami” ujar Lee (41 tahun) , anak Dawn Britton.

Rabu, 19 November 2014

Clinical Practice Guidelines, Clinical Pathways, Clinical Protocols

Standar akreditasi RS 2012 PMKP 2.1 Elemen penilaian 1/ JCI QPS 2.1 ME.1 mensyaratkan bahwa setiap tahun pimpinan menentukan paling sedikit 5 (lima) area prioritas dengan fokus penggunaan pedoman klinis, clinical pathways dan/atau protokol klinis. Berdasarkan standar itu, maka setiap tahun rumah sakit harus membuat 5 macam dokumen berupa pedoman klinis, clinical pathways, dan atau protokol klinis. 

Untuk menjamin hal itu terlaksana, kita harus melibatkan klinisi. Yang paling baik adalah jika 5 macam dokumen itu dibuat langsung oleh para klinisi melalui komite medik dan masing-masing kelompok staf medis fungsional. Dengan cara itulah maka kita dapat lebih memiliki keyakinan bahwa dokumen itu nantinya akan dilaksanakan oleh masing-masing klinisi. 

Namun, sering terjadi para klinisi tidak dapat membuatnya, dengan berbagai kendala yang ada. Jika hal itu terjadi, kita masih dapat menggunakan cara lain, yaitu membantu mereka (para klinisi) membuatkan 5 macam dokumen itu. Setelah kita buatkan, kita minta komite medik dan masing-masing SMF terkait untuk memeriksa dan memberi persetujuan. Jika cara ini dapat dilakukan, kita pun dapat berharap nantinya 5 macam dokumen itu dapat dilaksanakan, karena sudah disetujui oleh masing-masing SMF. Diluar kedua cara di atas, kemungkinan keberhasilan pelaksanaannya akan jauh lebih kecil.

Agar kita dapat membuat 5 macam dokumen itu dengan baik, harus ada referensi yang dapat dipertanggungjawabkan mutunya. Nah, dibawah ini ada beberapa sumber yang dapat kita jadikan rujukan untuk membuat 5 macam dokumen tersebut:

Minggu, 12 Oktober 2014

PBB: Kesalahan Vaksin Membunuh Anak Suriah

Kasus:

PBB telah mengakui 15 anak Suriah tewas setelah mitra LSM mereka keliru memberi obat yang salah dalam program vaksinasi campak. Stephane Dujarric, juru bicara Sekjen PBB, mengatakan pada Rabu bahwa relaksan otot diberikan kepada anak-anak dan bayi pertengahan September di bagian yang dikuasai pemberontak di barat laut Suriah. "Apa yang terjadi dengan vaksin adalah tragedi nyata, itu merupakan "human error" yang mendasar, '' kata Dujarric. 

Sebuah laporan oleh Organisasi Kesehatan Dunia bulan lalu mengatakan relaksan otot itu disimpan di lemari yang sama dengan zat yang digunakan untuk mencairkan vaksin campak. Dikatakan orang atau kelompok yang bertanggung jawab untuk hal itu tidak diketahui. 

Minggu, 14 September 2014

Lean Thinking Rekam Medis

Unit medical record mempunyai peran yang luas di rumah sakit. Banyak sekali aktifitas yang terkait dengannya. Karena banyaknya aktifitas itulah pengelolaannya menjadi sangat penting.  Jika tidak dikelola dengan baik, unit medical record dapat menjadi sumber masalah yang makin lama makin besar, dan makin mengganggu kinerja rumah sakit secara keseluruhan.  

Beberapa masalah yang sering terjadi di unit medical record diantaranya adalah: 
  • Waktu tunggu yang lama dari berkas medical record untuk sampai di poliklinik. 
  • Berkas medical record tidak ditemukan. 
  • Berkas medical record tercecer di berbagai tempat.
  • Tempat penyimpanan berkas penuh.
  • Waktu tunggu yang lama untuk penyelesaian dokumen (seperti: surat keterangan lahir, resume medis, administrasi asuransi, dan lain-lain).
  • Kekurangan tenaga kerja.
  • Dan lain-lain.  
Salah satu solusi untuk mengatasi hal itu adalah dengan menerapkan electronic medical record.  Namun, solusi itu di Indonesia belum merupakan solusi yang terpilih, karena masih banyaknya masalah yang terkait dengan penerapannya.  Oleh karena itu, kita memerlukan solusi lain yang efektif.  Salah satu yang dapat kita terapkan adalah menerapkan konsep Lean Thinking di unit medical record.  Contoh penerapan konsep tersebut dapat dilihat pada video slide di bawah ini:
video

Jika tampilan video di atas kurang jelas, anda dapat melihat video yang sama disini.

Kamis, 07 Agustus 2014

Sejarah Metodologi Mutu

  • Kembali ke zaman kuno, terutama ke Cina, India, Yunani dan Kekaisaran Romawi: pengrajin terampil. 
  • Jaman kekhalifahan Islam, melanjutkan dan mengembangkan apa yang telah dicapai peradaban sebelumnya.
  • Revolusi Industri (abad ke-18): kebutuhan akan produk yang lebih konsisten yang diproduksi secara massal dan diperlukan untuk dipertukarkan. Munculnya inspeksi setelah produk selesai dibuat, dan departemen mutu yang terpisah. 
  • Ilmu metodologi mutu modern dimulai oleh R.A. Fisher, yang menyempurnakan jalan pintas ilmiah untuk merubah sejumlah besar data menjadi titik-titik penting hubungan sebab akibat untuk mempercepat pengembangan metode bercocok tanam.

Senin, 04 Agustus 2014

Pengantar Mutu / Introduction to Quality

DEFINISI MUTU

Banyak ahli yang telah mendefinisikan mutu. Di bawah ini adalah beberapa diantaranya:
  • Feigenbaum (1983): Mutu adalah keseluruhan karakteristik produk (barang dan jasa), di mana produk yang digunakan akan memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. 
  • American Society of Quality Control (ASQC) dan American National Standard Institute (ANSI): Mutu adalah keseluruhan fitur dan karakteristik produk (barang dan jasa) yang mengandalkan pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan. 
  • ISO 9000: 2000: Mutu adalah suatu derajat dimana seperangkat karakteristik yang melekat memenuhi persyaratan. 
  • Joseph M. Juran: Mutu adalah kesesuaian untuk penggunaan atau tujuan. 
  • Philips B Crosby: Mutu adalah kesesuaian dengan persyaratan.

Kamis, 24 Juli 2014

Standar JCI Edisi Kelima / JCI 5th Edition Standards

Standar akreditasi JCI untuk rumah sakit edisi kelima sudah terbit pada bulan April 2014. Ada banyak perubahan pada edisi kelima ini. Secara umum, semua perubahan-perubahan yang signifikan tercantum dalam sebuah tabel di awal setiap bab di mana standar tersebut berada (dibandingkan dengan standar edisi keempat). Jika standar tidak tercantum dalam tabel, berarti tidak berbeda dari standar edisi keempat. Perubahan diklasifikasikan dalam empat hal:
  • Tidak ada perubahan penting – Perubahan kalimat yang dibuat untuk kepentingan kejelasan, tetapi persyaratan dalam standar tidak berubah.
  • Penomoran ulang - Standar pindah dari tempat yang berbeda dalam bab yang sama atau bab lain, dan oleh karena itu, diberi penomoran ulang.
  • Perubahan persyaratan – Perubahan pada satu atau lebih elemen penilaian (EP), yang akan mengubah cara rumah sakit dievaluasi. 
  • Standar baru - Persyaratan baru yang tidak ada pada standar edisi keempat. 

Minggu, 15 Juni 2014

Kejadian Sentinel: Penculikan Bayi di Rumah Sakit

Kasus:

TEMPO.CO, Bandung - Pelaku penculikan bayi di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Kota Bandung, pada Selasa malam, 25 Maret 2014, mengenakan jas dokter berwarna putih. Menurut orang tua bayi, Tony Manurung, 26 tahun, penculik sempat menyatakan bayinya harus dirawat.

"Pelakunya wanita hitam manis, matanya agak sipit, tingginya sekitar 165 sentimeter, agak gemuk," kata Toni ketika menggelar jumpa pers di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Rabu, 26 Maret 2014.

Sewaktu kejadian, kata Toni, penculik mengenakan jas dokter, kacamata dengan lensa bening dan bingkai hitam, kerudung, serta rok jins yang panjang dan berenda. "Dia mengaku dokter bagian administrasi." 

Penculikan ini terjadi setelah istrinya, Lasmaria Manulang, 23 tahun, melahirkan bayi perempuan di ruang bersalin kelas III, Alamanda, di RS Hasan Sadikin pada Selasa pagi, 25 Maret 2014, sekitar pukul 09.30 WIB. "Setengah jam sebelum melahirkan, istri saya sempat melihat pelaku mondar-mandir di dekat ruang bersalin. Tapi waktu itu istri saya tidak curiga," kata Toni. 

Beberapa saat setelah melahirkan anak keduanya itu, Lasmaria sempat dikunjungi perempuan tersebut. Waktu itu perempuan tersebut sempat menanyakan kondisi Lasmaria. Menjelang sore, Lasmaria dan bayinya dipindahkan ke ruang perawatan Alamanda. Sekitar pukul 16.00, perempuan itu kembali mengunjungi Lasmaria. Dia kembali menanyakan kondisi kesehatan Lasmaria. Lalu, sekitar pukul 19.15, perempuan itu lagi-lagi datang.

Dia menanyakan waktu kepulangan Lasmaria. Waktu itu Tony mengatakan bahwa dia, istri, bayi mereka akan pulang esok."Dia juga meminta KTP saya, tapi dibalikin. Dan saya melihat perubahan raut muka perempuan itu, seperti kecewa," kata Toni.

Lalu perempuan yang disangka dokter oleh pasangan suami-istri itu kembali bertanya-tanya kepada Lasmira yang saat itu sedang tiduran. "Pelaku bertanya ke istri saya, masih mules enggak? Masih menahan kencing? Dia (pelaku) bilang kencing aja, jangan ditahan," kata Toni.

Perempuan itu kemudian meminta Toni mengantar Lasmira ke kamar mandi untuk membersihkan noda darah yang masih menempel pada kaki istrinya tersebut. "Dia memegang bayi dan bilang mau dia bawa ke ruang perawatan bayi. Karena kami menyangka dia dokter, kami menurut saja (meninggalkan bayi) terus saya antar istri ke kamar mandi," ujar Toni.

Setelah keluar dari kamar mandi, Toni melihat bayinya sudah tidak ada di tempat tidur. "Saat itu saya belum curiga. Lalu saya lapor perawat magang karena selimut bayi tertinggal di kasur."

Mendapat laporan itu, perawat magang bingung karena petugas dari ruang bayi tidak pernah menyuruh orang mengambil bayi Toni. Perawat itu kemudian panik dan melapor ke petugas keamanan, yang langsung mengecek rekaman CCTV. Saat itulah Tony baru sadar bahwa bayinya diculik.(ERICK P. HARDI)