Senin, 03 Agustus 2015

JCI 5th. Edition : COP / PP

Perubahan-perubahan yang terjadi pada bab COP / PP standar JCI edisi kelima dibandingkan edisi keempat (di Indonesia dikenal dengan nama Standar Akreditasi RS 2012) adalah sebagai berikut :

Standar
Perubahan
Penjelasan
COP.1
Tidak ada perubahan penting
penyusunan ulang kalimat standar dan elemen penilaian secara minimal untuk memperjelas persyaratan
COP.2.1
Perubahan persyaratan
Revisi teks standar; maksud dan tujuan; dan menambah contoh-contoh sasaran-sasaran terukur pada maksud dan tujuan; revisi elemen penilaian untuk menjelaskan hal yang diharapkan, termasuk menghilangkan elemen penilaian 3 dan 5 (Edisi ke-4), menggabungkan elemen penilaian 6 dan 7 (Edisi ke-4), dan menambah elemen penilaian 4 dan 5 yang baru.
COP.2.2
Perubahan persyaratan
Penulisan ulang standar dan menambah teks pada maksud dan tujuan untuk memperjelas; revisi elemen penilaian 1 untuk menekankan perlunya proses yang seragam untuk penulisan pesanan pemeriksaan pasien.
COP.2.3
Perubahan persyaratan
Menambah teks pada standar, maksud dan tujuan, serta elemen penilaian untuk memperjelas; menambah elemen penilaian 2 yang baru untuk mensyaratkan bahwa orang yang meminta, dan alasan permintaan, prosedur atau penatalaksanaan didokumentasikan pada rekam medis pasien.
COP.3
Perubahan persyaratan
Menghilangkan standar individual yang banyak dengan menggabungkan standar-standar berikut dari Edisi ke-4: COP.3.1, COP.3.2, COP.3.4, COP.3.5, COP.3.6, COP.3.7, COP.3.8, dan COP.3.9; menulis ulang elemen penilaian 2 dan menambah elemen penilaian 4 dan 5 untuk mengidentifikasi secara lebih jelas hal yang diharapkan untuk perawatan pasien risiko tinggi di rumah sakit.
COP.3.1
Standar baru
Memasukkan standar baru pada pelatihan staf untuk mengenal dan merespon perubahan pada kondisi pasien.
COP.3.2
Standar baru
Menambah persyaratan baru untuk menekankan perlunya pelayanan resusitasi tersedia dan konsisten di seluruh rumah sakit.
COP.3.3
Perubahan persyaratan
Revisi maksud dan tujuan serta elemen penilaian untuk menekankan perlunya individu yang memenuhi syarat serta pedoman klinis dan prosedur untuk memandu penanganan, penggunaan, dan pemberian darah dan produk darah yang aman dan konsisten.
COP.4
Perubahan persyaratan
Menambah elemen penilaian 4 dari COP.4.1 (Edisi ke-4) untuk menekankan perlunya distribusi yang tepat waktu dari makanan dan menghormati permintaan khusus.
COP.5
Tidak ada perubahan penting
Menambah teks minimal pada maksud dan tujuan untuk memperjelas; memasukkan elemen penilaian 4 (Edisi ke-4) ke dalam elemen penilaian 3.
COP.6
Perubahan persyaratan
Menambah teks pada maksud dan tujuan untuk memperjelas hal yang diharapkan; menambah elemen penilaian 2 pada komunikasi dengan pasien sehubungan dengan potensi nyeri dari penatalaksanaan, prosedur, atau pemeriksaan yang direncanakan.
COP.8 - COP.9.3
Standar baru
Memasukkan beberapa standar untuk menekankan perlunya pelayanan transplantasi organ dan jaringan yang aman dan bermutu.

Sumber :
Joint Commission International Accreditation Standards for Hospitals 5th. Edition.

Minggu, 02 Agustus 2015

JCI 5th. Edition : AOP / AP

Perubahan-perubahan yang terjadi pada bab AOP / AP standar JCI edisi kelima dibandingkan edisi keempat (di Indonesia dikenal dengan nama Standar Akreditasi RS 2012) adalah sebagai berikut :

Standar
Perubahan
Penjelasan
AOP.1
Perubahan persyaratan
Menambahkan persyaratan dari AOP.1.1 (Edisi ke-4) untuk menyesuaikan dengan lebih baik persyaratan yang serupa, penyusunan ulang kalimat standar, maksud dan tujuan, serta elemen penilaian untuk memperjelas persyaratan
AOP.1.1
Penomoran ulang, tidak ada perubahan penting
Memindahkan persyaratan dari AOP.1.2 (Edisi ke-4) dan menambah teks pada maksud dan tujuan untuk menekankan perlunya para profesional kesehatan bekerja bersama untuk asesmen pasien yang efektif.
AOP.1.2 and
AOP.1.2.1
Penomoran ulang, perubahan persyaratan
Penomoran ulang AOP.1.3 dan AOP.1.3.1 (Edisi ke-4) dan menggabungkan persyaratan dari AOP.1.4.1 dan AOP.1.5 (Edisi ke-4) untuk menyesuaikan dengan lebih baik persyaratan yang serupa, penyusunan ulang kalimat standar, maksud dan tujuan, serta elemen penilaian untuk memperjelas persyaratan.
AOP.1.3
Penomoran ulang, perubahan persyaratan
Penomoran ulang AOP.1.4 (Edisi ke-4) dan menambahkan kalimat baru pada standar, maksud dan tujuan, serta elemen penilaian yang mensyaratkan bahwa riwayat medis dan pemeriksaan fisik pasien diulang jika asesmen awal yang dilakukan pada rawat jalan melebihi 30 hari dari saat pasien masuk rawat inap atau prosedur/tindakan rawat jalan di rumah sakit.
AOP.1.3.1
Penomoran ulang, perubahan persyaratan
Memindahkan persyaratan dari AOP.1.5.1 (Edisi ke-4) dan menambahkan kalimat baru pada standar, maksud dan tujuan, serta elemen penilaian untuk memperjelas istilah asesmen pre operasi dan menjelaskan ruang lingkup asesmen, yang meliputi kebutuhan medis, fisik, psikologi, spiritual / budaya, dan pemulangan pasien.
AOP.1.4
Penomoran ulang, perubahan persyaratan
Penomoran ulang AOP.1.6 (Edisi ke-4) dan menggabungkan persyaratan dari AOP.1.10 (Edisi ke-4) untuk menekankan bahwa pasien harus di-skrining untuk kebutuhan khusus (seperti gigi dan mata) sebagai tambahan selain kebutuhan nutrisi dan fungsional.
AOP.1.5
Penomoran ulang
Penomoran ulang AOP.1.7 (Edisi ke-4) dan menambah contoh pertanyaan-pertanyaan skrining pada maksud dan tujuan; penyusunan ulang kalimat maksud dan tujuan, serta elemen penilaian untuk memperjelas persyaratan.
AOP.1.6
Penomoran ulang, perubahan persyaratan
Penomoran ulang AOP.1.8 (Edisi ke-4) dan penyusunan ulang kalimat elemen penilaian 1 untuk memperjelas bahwa rumah sakit perlu untuk mengidentifikasi secara tertulis populasi pasien khusus yang mana yang membutuhkan asesmen yang dimodifikasi; menambah elemen penilaian 3 dengan memasukkan kalimat peraturan dan perundang-undangan serta standar profesional lokal, dan arti penting mereka bagi proses asesmen untuk populasi berkebutuhan khusus.  
AOP.1.7
Penomoran ulang
Penomoran ulang AOP.1.9 (Edisi ke-4).
AOP.1.8
Penomoran ulang, perubahan persyaratan
Penomoran ulang AOP.1.11 (Edisi ke-4); menambah kalimat pada maksud dan tujuan dan menambah elemen penilaian 3 untuk menekankan perlunya mengidentifikasi dan menyebutkan kebutuhan edukasi khusus sebagai bagian dari perencanaan pemulangan.
AOP.2
Perubahan persyaratan
Menambah kalimat pada maksud dan tujuan dan menambah contoh-contoh pasien non-akut yang tidak membutuhkan asesmen dokter tiap hari; menggabungkan elemen penilaian 1 dan 2 (Edisi ke-4).
AOP.3
Perubahan persyaratan
Menggabungkan elemen penilaian 1 dan 5 (Edisi ke-4).
AOP.4
Perubahan persyaratan
Memasukkan standar AOP.4.1 (Edisi ke-4) untuk mengkonsolidasikan pesyaratan yang serupa dan menghilangkan elemen penilaian 2 pada AOP.4.1 (Edisi ke-4).
AOP.5
Perubahan persyaratan
Memasukkan standar AOP.5.11 (Edisi ke-4) dan menambah elemen penilaian 4 sehubungan dengan kemampuan rumah sakit untuk mengidentifikasi dan menghubungi tenaga ahli dalam bidang diagnostik khusus; menggabungkan elemen penilaian 3 (Edisi ke-4) dengan elemen penilaian 2 dan menjelaskan hal yang diharapkan.
AOP.5.1
Penomoran ulang
Memindahkan persyaratan dari AOP.5.8 (Edisi ke-4).
AOP.5.2
Perubahan persyaratan
penyusunan ulang kalimat standar, maksud dan tujuan, serta elemen penilaian untuk menekankan perlunya seluruh anggota staf laboratorium memiliki edukasi, pelatihan, kualifikasi, dan pengalaman yang dibutuhkan; merevisi elemen penilaian untuk memperjelas pesyaratan, termasuk kebutuhan suatu perencanaan staf untuk menyediakan staf laboratorium sepanjang waktu operasional dan dalam kondisi darurat.
AOP.5.3
Penomoran ulang, perubahan persyaratan
Memindahkan persyaratan dari AOP.5.1 (Edisi ke-4) dan merevisi standar, maksud dan tujuan, serta elemen penilaian untuk membuat hubungan lebih langsung antara program keselamatan laboratorium dengan kepatuhan terhadap program manajemen fasilitas dan pengendalian infeksi.
AOP.5.3.1
Standar baru
Menetapkan standar baru untuk menekankan kebutuhan menurunkan risiko khusus bagi staf laboratorium sehubungan dengan pengendalian infeksi dan bahaya biologis.
AOP.5.4
Penomoran ulang
Penomoran ulang AOP.5.3 (Edisi ke-4).
AOP.5.5
Penomoran ulang, perubahan persyaratan
Penomoran ulang AOP.5.4 dan mengkonsolidasikan serta penyusunan ulang kalimat elemen penilaian untuk memperjelas hal yang diharapkan.
AOP.5.6
Penomoran ulang
Memindahkan persyaratan dari AOP.5.5 (Edisi ke-4).
AOP.5.7
Penomoran ulang; tidak ada perubahan penting
Penomoran ulang AOP.5.6 (Edisi ke-4) dan menyisipkan kalimat yang secara spesifik menyerukan prosedur yang “ditetapkan dan dilaksanakan” untuk mengumpulkan, mengidentifikasi, menangani, membawa, dan membuang spesimen.
AOP.5.8
Penomoran ulang
Penomoran ulang AOP.5.7 (Edisi ke-4).
AOP.5.9 dan AOP.5.9.1
Perubahan persyaratan
Merevisi elemen penilaian untuk mengkonsolidasikan dan memperjelas hal yang diharapkan; memasukkan elemen penilaian baru 2 pada AOP.5.9.1 sehubungan dengan kinerja yang memuaskan dari hasil pengujian profisiensi laboratorium sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan.
AOP.5.10 dan AOP.5.10.1
Perubahan persyaratan, standar baru
Memperluas AOP.5.10 (Edisi ke-4) dan menambah standar baru AOP.5.10.1 untuk memperjelas persyaratan kontrak laboratorium yang digunakan oleh rumah sakit.
AOP.5.11
Standar baru
Memasukkan standar baru khusus untuk bank darah dan pelayanan transfusi.
AOP.6
Perubahan persyaratan
Menggabungkan persyaratan AOP.6.1 dan AOP.6.10 (Edisi ke-4), termasuk memindahkan persyaratan sehubungan dengan kemampuan rumah sakit untuk menghubungi tenaga ahli dalam bidang diagnostik khusus ketika dibutuhkan ke elemen penilaian 3; menggabungkan elemen penilaian 3 (Edisi ke-4) dengan elemen penilaian 2 dan memperjelas hal yang diharapkan.
AOP.6.1
Penomoran ulang
Memindahkan pesyaratan dari AOP.6.7 (Edisi ke-4) untuk memperbaiki alur bab.
AOP.6.2
Penomoran ulang
Penomoran ulang AOP.6.3 (Edisi ke-4).
AOP.6.3
Penomoran ulang, perubahan persyaratan
Penomoran ulang AOP.6.2 (Edisi ke-4) dan menambah kalimat baru pada standar, maksud dan tujuan, serta elemen penilaian sehubungan dengan kepatuhan terhadap program manajemen fasilitas dan pengendalian infeksi; menghilangkan elemen penilaian 3 dan 4 (Edisi ke-4) dan menggabungkan elemen penilaian 6 dan 7 (Edisi ke-4).
AOP.6.5
Perubahan persyaratan
Penyusunan ulang kalimat elemen penilaian untuk memperjelas persyaratan; menambah kalimat yang menetapkan bahwa rekomendasi pabrik harus diikuti ketika inspeksi, pengujian, kalibrasi, dan memelihara peralatan radiologi; memasukkan elemen penilaian 7 (Edisi ke-4) ke dalam elemen penilaian 1.
AOP.6.7
Penomoran ulang, perubahan persyaratan
Penomoran ulang AOP.6.8 (Edisi ke-4) dan menambah kalimat pada elemen penilaian untuk menekankan perlunya dokumentasi terkait program kendali mutu untuk pelayanan radiologi dan diagnostic imaging.
AOP.6.8
Penomoran ulang
Penomoran ulang AOP.6.9 (Edisi ke-4).

Sumber :

Joint Commission International Accreditation Standards for Hospitals 5th. Edition.

Kamis, 02 April 2015

Kewajiban dan Hak Rumah Sakit

Bagi kita yang berkecimpung di dunia rumah sakit, sudah semestinya mengetahui bahwa ada undang-undang khusus yang mengatur rumah sakit, yaitu UU no. 44 tahun 2009.  Salah satu hal yang penting untuk diketahui adalah adanya pasal yang mengatur kewajiban dan hak rumah sakit.  Nah, uraian tentang kewajiban dan hak rumah sakit dapat kita baca di bawah ini: 

Kewajiban Rumah Sakit (Pasal 29 UU No.44 Tahun 2009)
  1. Memberikan informasi yang benar tentang pelayanan rumah sakit kepada masyarakat.
  2. Memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, anti diskriminasi, dan efektif dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit.
  3. Memberikan pelayanan gawat darurat kepada pasien sesuai dengan kemampuan pelayanannya.
  4. Berperan aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan pada bencana sesuai dengan kemampuan pelayanannya.
  5. Menyediakan sarana dan pelayanan bagi masyarakat tidak mampu atau miskin.
  6. Melaksanakan fungsi sosial antara lain dengan memberikan fasilitas pelayanan pasien tidak mampu / miskin, pelayanan gawat darurat tanpa uang muka, ambulance gratis, pelayanan korban bencana dan kejadian luar biasa, atau bakti sosial bagi misi kemanusiaan.
  7. Membuat, melaksanakan, dan menjaga standar mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit sebagai acuan dalam melayani pasien.
  8. Menyelenggarakan rekam medik.
  9. Menyediakan sarana dan prasarana umum yang layak antara lain sarana ibadah, parkir, ruang tunggu, sarana untuk orang cacat, wanita menyusui, anak-anak, lanjut usia.
  10. Melaksanakan sistem rujukan.
  11. Menolak keinginan pasien yang bertentangan dengan standar profesi dan etika serta peraturan perundang-undangan.
  12. Memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai hak dan kewajiban pasien.
  13. Menghormati dan melindungi hak-hak pasien.
  14. Melaksanakan etika rumah sakit.
  15. Memiliki sistem pencegahan kecelakaan dan penanggulangan bencana.
  16. Melaksanakan program pemerintah di bidang kesehatan baik secara regional maupun nasional.
  17. Membuat daftar tenaga medis yang melakukan praktek kedokteran atau kedokteran gigi dan tenaga kesehatan lainnya.
  18. Menyusun dan melaksanakan peraturan internal rumah sakit (hospital by laws).
  19. Melindungi dan memberikan bantuan hukum bagi semua petugas rumah sakit dalam melaksanakan tugas.
  20. Memberlakukan seluruh lingkungan rumah sakit sebagai kawasan tanpa rokok.

Hak Rumah Sakit ( Pasal 30 UU No.44 tahun 2009)
  1. Menentukan jumlah , jenis dan kualifikasi sumber daya manusia sesuai dengan kualifikasi rumah sakit.
  2. Menerima imbalan jasa pelayanan serta menentukan remunerasi, insentif, dan penghargaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  3. Melakukan kerja sama dengan pihak lain dalam rangka  mengembangkan pelayanan.
  4. Menerima bantuan dari pihak lain sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
  5. Menggugat pihak yang mengakibatkan kerugian.
  6. Mendapatkan perlindungan hukum dalam melaksanakan pelayanan kesehatan.
  7. Mempromosikan layanan kesehatan yang ada di rumah sakit sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
  8. Mendapatkan insentif pajak bagi rumah sakit publik dan rumah sakit yang ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan.

Selasa, 31 Maret 2015

Balanced Scorecard

Definisi

Balanced Scorecard adalah alat manajemen yang memberikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan suatu pengukuran menyeluruh tentang bagaimana organisasi bergerak maju ke arah pencapaian tujuan-tujuan strategisnya.

Sejarah

Awal abad 20 – Tableau de Bord (dashboard) di Perancis.
  • 1950 – General Electric performance measurement reporting.
  • 1987 – Corporate Scorecard dibuat oleh Analog Devices Inc.
  • 1988 – KPMG membuat untuk Apple Computer suatu sistim pengukuran kinerja.
  • 1990 – Proyek yang diberi nama „Mengukur Efektifitas Organisasi Di Masa Depan” dimulai. Pemimpin proyek: David Norton (Nolan Norton Institute). Advisor:Prof. Robert Kaplan (Harvard Business School). Anggota Tim: Corporate Directors dari Advanced Micro Devices, American Standard, Apple Computer, Bell South, Hewlett Packard, Shell Kanada, Cigna, DuPont, General Electric. 
  • Proyek tersebut didorong oleh kesadaran pada saat itu dimana ukuran kinerja keuangan yang digunakan oleh semua perusahaan untuk mengukur kinerja eksekutif tidak lagi memadai. 
  • Hasil penelitian pada proyek tersebut: Untuk mengukur kinerja eksekutif di masa depan diperlukan ukuran komprehensif yang meliputi empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, serta perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Inilah yang disebut dengan “Balanced Scorecard”.
  • Perusahaan-­perusahaan yang ikut serta dalam penelitian tersebut menunjukkan perlipatgandaan kinerja keuangan perusahaan.
  • Keberhasilan ini disadari sebagai akibat dari penggunaan ukuran kinerja Balanced Scorecard yang komprehensif.
  • Hasil penelitian tersebut dituangkan dalam buku: Robert S. Kaplan, David P. Norton, Balanced Scorecard-Measures that Drive Performance, Harvard Business Review, 1992.
Dilanjutkan dengan beberapa buku dan artikel lain pada tahun-tahun berikutnya yang menjadikan Kaplan dan Norton sebagai pionir Balanced Scorecard.

Selasa, 10 Maret 2015

JCI 5th. Edition : PFR / HPK

Perubahan-perubahan yang terjadi pada bab PFR / HPK standar JCI edisi kelima dibandingkan edisi keempat (di Indonesia dikenal dengan nama Standar Akreditasi RS 2012) adalah sebagai berikut :

Standar
Perubahan
Penjelasan
PFR.1.1
Penomoran ulang
Memindahkan persyaratan dari ACC.1.3 (edisi ke-4)
PFR.1.2
Penomoran ulang, perubahan persyaratan
Penomoran ulang dan menggabungkan persyaratan dari PFR.1.1 dan PFR.1.1.1 (edisi ke-4); penyusunan ulang kalimat standar dan elemen penilaian untuk memperjelas persyaratan
Elemen Penilaian PFR.1.2
1.   Nilai-nilai dan keyakinan pasien diidentifikasi.
2.   Staf memberikan perawatan yang menghormati nilai-nilai dan keyakinan pasien.
3.   Rumah sakit merespon permintaan rutin maupun kompleks permintaan yang berhubungan dengan dukungan agama atau spiritual.
PFR.1.3
Penomoran ulang, perubahan persyaratan
Penomoran ulang dan menggabungkan persyaratan PFR.1.2 dan PFR.1.6 (edisi ke-4); menggabungkan PFR.1.6, elemen penilaian 1 dan 3 (edisi ke-4), ke PFR.1.3 elemen penilaian 3 untuk merampingkan dan memperjelas persyaratan.
Elemen Penilaian PFR.1.3
1.   Anggota staf mengidentifikasi harapan pasien dan kebutuhan untuk privasi selama perawatan dan pengobatan.
2.   Kebutuhan yang diutarakan pasien untuk privasi dihormati pada seluruh wawancara klinis, pemeriksaan, prosedur / penatalaksanaan,  dan tranportasi.
3.   Kerahasiaan informasi pasien dijaga sesuai dengan UU dan peraturan. (Lihat juga MOI.2 dan MOI.7)
4.   Pasien diminta untuk memberikan izin untuk melepaskan informasi yang tidak dicakup oleh UU dan peraturan.
PFR.1.4
Penomoran ulang
Memindahkan persyaratan dari PFR.1.3 (edisi ke-4)
PFR.1.5
Perubahan persyaratan
Menggabungkan PFR.1.4 dan PFR.1.5 (edisi ke-4) dan merevisi elemen penilaian untuk mengkonsolidasikan dan memperjelas persyaratan.
Elemen penilaian PFR.1.5
1.   Rumah sakit menyusun dan menerapkan proses untuk melindungi pasien dari semua tindak kekerasan.
2.   Populasi yang rentan yang berada pada risiko lebih tinggi diidentifikasi.
3.   Rumah sakit menyusun dan menerapkan proses untuk melindungi populasi yang rentan dari masalah keselamatan lainnya.
4.   Area rumah sakit terpencil atau terisolir dipantau.
5.   Staf memahami tanggng jawab mereka dalam proses perlindungan.
PFR.2
Tidak ada perubahan penting
Menambahkan revisi kecil pada maksud dan tujuan serta elemen penilaian untuk memperjelas harapan mengenai dukungan rumah sakit terhadap hak pasien untuk mencari pendapat medis kedua.
PFR.2.1
Perubahan persyaratan
Menggabungkan PFR.2.1 dan PFR.2.1.1 (edisi ke-4) dan merevisi elemen penilaian untuk mengkonsolidasikan dan memperjelas persyaratan.
Elemen penilaian PFR.2.1
1.   Pasien diberitahu tentang kondisi medis mereka dan setiap diagnosis yang sudah dikonfirmasi.
2.   Pasien diberitahu tentang perawatan dan penatalaksanaan yang direncanakan.
3.   Pasien diberi tahu ketika informed consent akan diperlukan dan proses yang digunakan untuk memberikan persetujuan.
4.   Pasien diberitahu tentang hasil yang diharapkan dari perawatan dan penatalaksanaan.
5.   Pasien diberitahu mengenai hasil yang tak terduga dari perawatan dan penatalaksanaan.
6.   Pasien dan keluarga diberitahu tentang hak mereka untuk berpartisipasi dalam keputusan perawatan sejauh yang mereka inginkan.
PFR.2.2
Perubahan persyaratan
Menggabungkan PFR.2.2 dan PFR.2.3 (4 edisi) dan merevisi Elemen penilaian untuk mengkonsolidasikan dan memperjelas persyaratan
Elemen penilaian PFR.2.2
1.   Rumah sakit telah mengidentifikasi posisinya pada penundaan layanan resusitasi dan pembatalan atau penolakan penatalaksanaan bantuan hidup berkelanjutan.
2.   Posisi rumah sakit sesuai dengan norma agama dan budaya masyarakat  serta ketentuan hukum dan peraturan.
3.   Rumah sakit menginformasikan kepada pasien dan keluarga tentang hak-hak mereka untuk menolak atau menghentikan penatalaksanaan dan tanggung jawab rumah sakit sehubungan dengan keputusan tersebut.
4.   Rumah sakit menginformasikan pasien tentang konsekuensi dari keputusan mereka.
5.   Rumah sakit menginformasikan kepada pasien tentang alternatif perawatan dan penatalaksanaan yang tersedia.
6.   Rumah sakit memandu profesi kesehatan mengenai pertimbangan etika  dan legal dalam melaksanakan keinginan pasien berkaitan dengan alternatif penatalaksanaan.
PFR.2.3
Perubahan persyaratan
Menggabungkan dan Penomoran ulang PFR.2.4 dan PFR.2.5 (edisi 4) dan merevisi Elemen penilaian untuk mengkonsolidasikan dan memperjelas persyaratan
Elemen penilaian PFR.2.3
1.   Rumah sakit menghormati dan mendukung hak pasien untuk asesmen dan manajemen nyeri.
2.   Rumah sakit menghormati dan mendukung hak pasien untuk asesmen dan manajemen kebutuhan pasien di akhir kehidupan.
3.   Staf rumah sakit memahami pengaruh  personal, budaya, dan sosial pada pasien yang mengalami nyeri.
4.   Staf rumah sakit memahami pengaruh personal, budaya, dan sosial pada pasien yang mengalami kematian dan di akhir kehidupan.
PFR.4
Penomoran ulang
Penomoran ulang PFR.5 (edisi ke-4)
PFR.5
Penomoran ulang, perubahan persyaratan
Penomoran ulang PFR.6.3 (edisi ke-4) dan menambahkan elemen penilaian pada “menginformasikan pasien dan keluarga tentang pemeriksaan dan perawatan yang memerlukan informed consent”.
Elemen penilaian PFR.5
1.   Pasien dan keluarga diberitahu perihal lingkup persetujuan umum, bila digunakan oleh hospitaI.
2.   Rumah sakit telah didefinisikan bagaimana persetujuan umum, bila digunakan, didokumentasikan dalam catatan pasien.
3.   Pasien dan keluarga diberitahu tentang pemeriksaan dan penatalaksanaan yang mana yang memerlukan informed consent. (Juga lihat PFR.5.1)
PFR.5.1
Penomoran ulang, perubahan persyaratan
Penomoran ulang PFR.6 (edisi ke-4) dan menambahkan dua Elemen penilaian mengenai “pasien belajar tentang proses informed consent dalam cara dan bahasa yang mereka pahami dan pencatatan yang seragam dari informed consent”.
Elemen penilaian PFR.5.1
1.   Rumah sakit menyusun dan mengimplementasikan proses informed consent yang didefinisikan secara jelas.
2.   Staf yang ditunjuk dilatih dalam proses.
3.   Pasien belajar tentang proses untuk pemberian informed consent dengan cara dan bahasa yang dimengerti pasien.
4.   Pasien memberikan informed consent konsisten dengan proses tersebut.
5.   Ada pencatatan yang seragam untuk informed consent.
PFR.5.2
Penomoran ulang, perubahan persyaratan
Menggabungkan dan Penomoran ulang PFR.6.4 dan PFR.6.4.1 (edisi 4) dan menghapus dua Elemen penilaian.
Elemen penilaian PFR.5.2
1.   Persetujuan diperoleh sebelum prosedur bedah atau invasif.
2.   Persetujuan diperoleh sebelum anestesi dan prosedur sedasi.
3.   Persetujuan diperoleh sebelum penggunaan darah dan produk darah.
4.   Rumah sakit telah mempunyai daftar prosedur tambahan dan penatalaksanaan yang memerlukan persetujuan terpisah.
5.   Persetujuan diperoleh sebelum prosedur tambahan dan / atau berisiko tinggi dan penatalaksanaan.
6.   Identitas individu yang memberikan informasi kepada pasien dan keluarga dicatat dalam catatan pasien.
PFR.5.3
Penomoran ulang
Memindahkan persyaratan dari dari PFR.6.1 (4 th edition)
PFR.5.4
Penomoran ulang
Memindahkan persyaratan dari PFR.6.2 (edisi ke-4)
PF R.6
Penomoran ulang, perubahan persyaratan
Memindahkan persyaratan dari PFR.10 (edisi ke-4), merevisi maksud dan tujuan untuk kejelasan, dan menambahkan dua Elemen penilaian untuk lebih menekankan perlunya memastikan hak pasien dan keluarga mengenai donor organ dan jaringan.
Elemen penilaian PFR.6
1.   Rumah sakit mendukung pilihan pasien dan keluarga untuk menyumbangkan organ dan jaringan lain.
2.   Rumah sakit memberikan informasi kepada pasien dan keluarga pada proses donasi.
3.   Rumah sakit memberikan informasi kepada pasien dan keluarga pada cara di mana pengadaan organ diatur.
4.   Rumah sakit memastikan bahwa pengendalian yang memadai tersedia untuk mencegah pasien dari perasaan ditekan untuk donasi.
PFR.6.1
Penomoran ulang, perubahan persyaratan
Memindahkan persyaratan dari PFR.11 (edisi ke-4), merevisi maksud dan tujuan untuk kejelasan, dan menghapus serta menambah Elemen penilaian untuk memperjelas persyaratan mengenai pengadaan organ dan jaringan.
Elemen penilaian PFR.6.1
1.   Rumah sakit menetapkan proses donasi organ dan jaringan, dan memastikan bahwa proses tersebut konsisten dengan UU dan peraturan, serta nilai-nilai agama dan budaya. 
2.   Rumah sakit mengidentifikasi persyaratan persetujuan dan menyusun proses persetujuan yang konsisten dengan persyaratan tersebut.
3.   Staf dilatih dalam isu-isu kontemporer dan keprihatinan terkait dengan donasi organ dan ketersediaan transplant.
4.   Rumah sakit bekerja sama dengan rumah sakit dan lembaga yang relevan di masyarakat untuk menghormati dan melaksanakan pilihan untuk donasi.

Sumber :
  • Joint Commission International Accreditation Standards for Hospitals 5th. edition