Sabtu, 17 November 2012

Risk Management / Manajemen Risiko Rumah Sakit

Manajemen risiko merupakan disiplin ilmu yang luas.  Seluruh bidang pekerjaan di dunia ini pasti menerapkannya sebagai sesuatu yang sangat penting.  Sebut misalnya: perminyakan, perbankan, penerbangan, IT, ekspedisi luar angkasa, dan lain-lain.  Makin besar risiko suatu pekerjaan, maka makin besar perhatiannya pada aspek manajemen risiko ini. Rumah sakit pun sebagai sebuah institusi dimana aktifitasnya penuh dengan berbagai risiko keselamatan, juga sudah selayaknya menerapkan hal ini.

Referensi utama manajemen risiko adalah standar Australia dan New Zealand AS/NZS 4360:2004 yang kemudian diadopsi oleh lembaga ISO dengan standar ISO 31000:2009.  ISO pun menerbitkan standar pendukungnya, yaitu ISO Guide 73:2009 dan ISO/IEC 31010:2009.  Dan sudah barang tentu, seluruh aktifitas manajemen risiko di dunia ini merujuk pada standar-standar tersebut. 

Risiko adalah:
 
  • Peluang terjadinya sesuatu yang akan mempunyai dampak pada pencapaian tujuan (AS/NZS 4360:2004). 
  • Efek dari ketidakpastian tujuan (ISO 31000:2009).
Sedangkan manajemen risiko adalah:
  • Budaya, proses dan struktur yang diarahkan untuk mewujudkan peluang peluang sambil mengelola efek yang tidak diharapkan. (AS/NZS 4360:2004) 
  • Kegiatan terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi berkaitan dengan risiko. (ISO 31000:2009)
Secara garis besar, proses manajemen risiko dapat dijelaskan seperti ilustrasi berikut ini:

    Untuk selanjutnya, tulisan ini hanya akan menjelaskan proses identifikasi risiko, analisa risiko, evaluasi risiko, dan penanganan risiko.  Menetapkan konteks (establishing the context) tidak dijelaskan karena konteksnya sudah jelas, yaitu rumah sakit dengan segala aktifitas yang melingkupinya. Komunikasi dan  konsultasi juga tidak dijelaskan karena sudah merupakan aktifitas umum di organisasi manapun. Sedangkan pengawasan (monitor) dan tinjauan (review) akan dibahas di bagian akhir, karena dinilai cukup penting.

    1. Identifikasi Risiko

    Identifikasi risiko adalah proses menemukan, mengenal, dan mendeskripsikan risiko (ISO 31000:2009). 

    Hal pertama yang perlu dilakukan untuk mengelola risiko adalah mengidentifikasinya.  Jika kita tidak dapat mengidentifikasi/mengenal/mengetahui, tentu saja kita tidak dapat berbuat apapun terhadapnya.  Identifikasi risiko ini terbagi menjadi dua, yaitu identifikasi risiko proaktif dan identifikasi risiko reaktif.
    • Identifikasi risiko proaktif adalah kegiatan identifikasi yang dilakukan dengan cara proaktif mencari risiko yang berpotensi menghalangi rumah sakit mencapai tujuannya. Disebut mencari karena risikonya belum muncul dan bermanifestasi secara nyata. Metode yang dapat dilakukan diantaranya: audit, inspeksi, brainstorming, pendapat ahli, belajar dari pengalaman rumah sakit lain, FMEA, analisa SWOT, survey, dan lain-lain.
    • Identifikasi risiko reaktif adalah kegiatan identifikasi yang dilakukan setelah risiko muncul dan bermanifestasi dalam bentuk insiden/gangguan. Metoda yang dipakai biasanya adalah melalui pelaporan insiden.
    Tentu saja, lebih baik kita memaksimalkan identifikasi risiko proaktif, karena belum muncul kerugian bagi organisasi.

    Bagi rumah sakit, cara paling mudah dan terstruktur untuk melakukan identifikasi adalah lewat setiap unit.  Setiap unit diminta untuk mengidentifikasi risikonya masing-masing.  Setelah terkumpul, seluruh data identifikasi itu dikumpulkan menjadi satu dan menjadi identifikasi risiko rumah sakit.  Contoh risiko-risiko yang dapat diidentifikasi di rumah sakit dapat dilihat disini.

    2. Analisa Risiko

    Analisa risiko adalah proses untuk memahami sifat risiko dan menentukan peringkat risiko (ISO 31000:2009). 

    Setelah diidentifikasi, risiko dianalisa.  Analisa risiko dilakukan dengan cara menilai seberapa sering peluang risiko itu muncul; serta berat-ringannya dampak yang ditimbulkan (ingat, definisi risiko adalah: Peluang terjadinya sesuatu yang akan mempunyai dampak pada pencapaian tujuan). Analisa peluang dan dampak ini paling mudah jika dilakukan dengan cara kuantitatif. Caranya adalah dengan memberi skor satu sampai lima masing-masing pada peluang dan dampak.  Makin besar angka, peluang makin sering atau dampak makin berat. Contoh deskripsi skor peluang dapat dilihat disini. Dan contoh deskripsi dampak/konsekuensi dapat dilihat disini.

    Setelah skor peluang dan dampak/konsekuensi kita dapatkan, kedua angka itu kemudian dikalikan.  Tujuannya adalah untuk mendapatkan peringkat. Mengapa perlu peringkat? Tentu saja, risiko perlu diberi peringkat, untuk mendapatkan prioritas penanganannya.  Makin tinggi angkanya, makin tinggi peringkatnya dan prioritasnya.  Contoh pemberian peringkat risiko dapat dilihat disini.

    3. Evaluasi Risiko

    Evaluasi risiko adalah proses membandingkan antara hasil analisa risiko dengan kriteria risiko untuk menentukan apakah risiko dan/atau besarnya dapat diterima atau ditoleransi (ISO 31000:2009).  Sedangkan kriteria risiko adalah kerangka acuan untuk mendasari pentingnya risiko dievaluasi (ISO 31000:2009). Contoh kriteria risiko dapat dilihat disini.  Dengan evaluasi risiko ini, setiap risiko dikelola oleh orang yang bertanggung jawab sesuai dengan peringkatnya.  Dengan demikian, tidak ada risiko yang terlewati, dan terjadi pendelegasian tugas yang jelas sesuai dengan berat – ringannya risiko.

    4. Penanganan Risiko

    Penanganan risiko adalah proses untuk memodifikasi risiko (ISO 31000:2009). Bentuk-bentuk penanganan risiko diantaranya:
    • Menghindari risiko dengan memutuskan untuk tidak memulai atau melanjutkan aktivitas yang menimbulkan risiko;
    • Mengambil atau meningkatkan risiko untuk mendapat peluang (lebih baik, lebih menguntungkan);
    • Menghilangkan sumber risiko;
    • Mengubah kemungkinan; 
    • Mengubah konsekuensi; 
    • Berbagi risiko dengan pihak lain (termasuk kontrak dan pembiayaan risiko); 
    • Mempertahankan risiko dengan informasi pilihan.

    5. Pengawasan (Monitor) dan Tinjauan (Review)

    Pengawasan dan tinjauan memang merupakan kegiatan yang umum dilakukan oleh organisasi manapun.  Namun, untuk manajemen risiko ini perlu dibahas, karena ada alat bantu yang sangat berguna.  Alat bantu itu adalah Risk Register (daftar risiko).  Risk Register adalah:
    • Pusat dari proses manajemen resiko organisasi (NHS).
    • Alat manajemen yang memungkinkan suatu organisasi memahami profil resiko secara menyeluruh. Ini merupakan sebuah tempat penyimpanan untuk semua informasi resiko (Risk Register Working Group 2002).
    • Catatan segala jenis resiko yang mengancam keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya (Risk Register Working Group 2002).
    • Ini adalah ‘dokumen hidup’ yang dinamis, yang dikumpulkan melalui proses penilaian dan evaluasi resiko organisasi (Risk Register Working Group 2002).
    Risk register dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
    • Risk register korporat, digunakan untuk risiko ekstrim (peringkat 15 - 25
    • Risk register divisi, digunakan untuk risiko dengan peringkat lebih rendah atau risiko yang diturunkan dari risk register korporat karena peringkatnya sudah turun.  
    Untuk mengurangi beban administrasi, risiko rendah (peringkat 1 – 3) tidak perlu dimasukkan ke dalam daftar.

    Contoh Risk Register dapat dilihat disini.


    Risk Register ini bersifat sangat dinamis.  Setiap bulan bisa saja berubah. Perubahan itu dapat berupa:
    • Jumlahnya berubah karena ada risiko baru teridentifikasi.
    • Tindakan pengendalian risikonya berubah karena terbukti tindakan pengendalian risiko yang ada tidak cukup efektif.
    • Peringkat risikonya berubah karena dampak dan peluangnya berubah.
    • Ada risiko yang dihilangkan dari daftar risiko korporat, karena peringkatnya sudah lebih rendah dari 15 (dipindahkan ke risk register divisi).


    Sumber:
    1. ISO 31000:2009
    2. AS/NZS 4360:2004
    3. Risk Management a Journey not a Destination, Kevin W Knight, 2006
    4. CASU and Risk Register Working Group 2002

    39 komentar:

    1. Senang sekali bisa belajar tentang ini..., thanks.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Terima kasih atas kunjungan dan komentar anda.

        Hapus
    2. saya dapat tambahan literature yang bermanfaat untuk maju akreditasi jci

      BalasHapus
      Balasan
      1. Terima kasih atas kunjungan dan komentar anda.

        Hapus
    3. Balasan
      1. Dear pak Made, terima kasih atas kunjungan dan komentar anda.

        Hapus
    4. TERIMA KASIH PENCERAHANNYA DALAM HAL MANAJEMEN RISIKO RS...SEMOGA BERMANFAAT

      BalasHapus
      Balasan
      1. Dear pak Hasyim, terima kasih atas kunjungan dan komentar anda.

        Hapus
    5. materinya bagus pak, izin utk referensi penelitian

      BalasHapus
      Balasan
      1. Silahkan, dengan senang hati. Terima kasih atas kunjungan dan komentar anda.

        Hapus
    6. materinya baguuuuus banget dok dan sangat membantu kami yang akan akrediatasi KARS 2012, thank

      BalasHapus
      Balasan
      1. Dear Isni, terima kasih atas kunjungan dan komentar anda.

        Hapus
    7. Terima kasih atas penjelasannya dokter. Kalau dokter berkenan, mohon kirimkan contoh Program Manajemen Resiko RS ke alamat email saya: margaretmanik311@yahoo.com.
      Saya sbg tim akreditasi di RS. Royal Prima Medan. Terima kasih sebelumnya dokter..

      BalasHapus
      Balasan
      1. Dear Margaret, sebaiknya anda fokus pada satu atau dua standar saja untuk anda kuasai dan terapkan di RS anda, dan standar lainnya dikerjakan oleh tim lain. Anda tidak mungkin dapat mengerjakan beberapa standar sekaligus. Selanjutnya, untuk standar yang menjadi tanggung jawab anda, anda dapat berdiskusi dengan saya sampai tuntas. Terima kasih

        Hapus
    8. Dokter Taufik .....bila tidak keberatan bisa dikasih contoh dokumen perencanaan mutu dan manajemen risiko ...email : hasyim_ars@yahoo.com
      Terima kasih

      BalasHapus
      Balasan
      1. Dear pak Hasyim, contoh dokumen yang anda minta sudah dikirim ke alamat email anda, terima kasih.

        Hapus
      2. sangat bermanfaat Terima kasih dokter

        Hapus
    9. selamat pagi dokter .. kalau diperbolehkan mohon share program manajemen resiko .. terima kasih dokter

      BalasHapus
    10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      BalasHapus
    11. Materinya sangat bagus, mendukung dalam dokumen PMKP. Mohon jika berkenan dapat dikirimkan materi tersebut ke email saya hasimachmad7@gmail.com Terimakasih.

      BalasHapus
    12. Materinya sangat bagus, mendukung dalam dokumen PMKP. Mohon jika berkenan dapat dikirimkan materi tersebut ke email saya hasimachmad7@gmail.com Terimakasih.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Dear Hasim, sebelumnya silahkan anda cantumkan nama RS tempat anda bekerja dan posisi anda, terima kasih.

        Hapus
      2. Saya dari Rumah Sakit Islam Purwokerto menjabat sebagai Ka. Bidang Pelayanan dan Ka. Pan PMKP. Terimakasih.

        Hapus
      3. Dear Hasim, contoh dokumen yang anda minta sudah dikirim ke alamat email anda, terima kasih.

        Hapus
    13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      BalasHapus
    14. Materi yang diberikan sangat bermanfaat. Kami di RSUD Sidoarjo sedang berproses untuk kegiatan akreditasi. Jika berkenan mohon dikirmkan dokumen-dokumen terkait dengan kegiatan PMKP ke alamat email berikut: yanmed.rsudsidoarjo@gmail.com karena sy tergabung dalam pokja PMKP dan tim Mutu RS. Mohon petunjuk dan arahannya. Terima kasih.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Sebelumnya silahkan perkenalkan diri anda, dan gunakan akun pribadi anda untuk berkomentar, terima kasih.

        Hapus
    15. Mohon maaf sebelumnya.. Perkenalkan sy Nur Aziezah.. Saat ini sy sedang bertugas di bidang pelayanan medis RSUD Sidoarjo dan tergabung dalam tim mutu serta pokja PMKP..
      terima kasih..

      BalasHapus
      Balasan
      1. Dear Aziezah, silahkan anda cantumkan alamat email anda, terima kasih.

        Hapus
      2. zieaziezahzie@gmail.com terima kasih sebelumnya..

        Hapus
      3. Dear Aziezah, contoh dokumen yang anda minta sudah dikirim ke alamat email anda, terima kasih.

        Hapus
    16. terima kasih email sudah kami terima.. sangat bermanfaat sekali..
      Jika dokter berkenan mohon dikirimkan pula terkait dengan Program Manajemen Risiko..

      -terima kasih-

      BalasHapus
      Balasan
      1. Dear Aziezah, tak perlu dibuat "Program manajemen risiko" secara khusus. Anda buat saja berbagai aktifits manajemen risiko seperti yang sudah saya tulis di blog, termasuk FMEA, HVA, ICRA, pelaporan insiden, dll.

        Hapus
      2. terima kasih atas penjelasannya..

        Hapus
    17. Yth. dr. Taufik Santoso,

      Saya Nunik, Ka. Subbagian Diklit RS. Yos Sudarso Padang - Sumatera Barat.
      Sebelumnya, terima kasih untuk referensi yang sangat berguna bagi kami.
      Terkait dengan implementasi dari standar dalam akreditasi standar JCI, apakah kami bisa mendapatkan contoh sebagai berikut :
      1. Panduan Resiko Pasien Jatuh
      2. Panduan edukasi pasien dan keluarga, beserta format dokumentasi pelaksanaan edukasi dalam berkas rekam medis.

      Terima kasih untuk perhatian dan bantuan dokter.
      Salam, Nunik.
      florentinanh@gmail.com

      BalasHapus
      Balasan
      1. Dear Nunik, sebelumnya silahkan anda tentukan bab apa yang ingin anda kuasai,SKP ata PPK, terima kasih.

        Hapus
    18. Dear dr.Taufik, saya bekerja di RS Pertamedika Sentul City di Dept QSR Quality Safety & Risk. Jika berkenan mohon dikirimkan contoh dokumen Perencanaan Mutu dan Manajemen Resiko ke dr.hafni@gmail.com
      Terima Kasih.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Dear dr. Hafni, contoh dokumen yang anda minta sudah dikirim ke alamat email anda, terima kasih.

        Hapus