Jumat, 31 Mei 2013

Obat-obatan yang Perlu Mendapat Perhatian Tinggi / High-Alert Medications

Standar Akreditasi RS 2012 SKP.3 / JCI IPSG.3 mensyaratkan agar rumah sakit meningkatkan aspek keselamatan pada obat-obatan yang perlu mendapat perhatian tinggi. Yang masuk kriteria ini adalah:
  • obat-obatan yang sering terlibat dalam kesalahan dan atau kejadian sentinel, 
  • obat-obatan yang memiliki risiko lebih tinggi jika terjadi kesalahan, 
  • juga obat-obatan yang nama obat, rupa, dan ucapannya mirip (NORUM).
Obat-obatan yang sering terlibat dalam kesalahan dan atau kejadian sentinel serta sering diberitakan misalnya adalah pemberian elektrolit konsentrasi tinggi secara tidak disengaja (contoh: kalium klorida 2 mEq/ml atau lebih, kalium fosfat 3 mmol/ml atau lebih, natrium klorida lebih dari 0.9%, dan magnesium sulfat 50% atau lebih). 

Cara yang paling efektif untuk mengurangi atau menghilangkan kejadian ini adalah menyusun proses pengelolaan obat yang perlu mendapat perhatian tinggi; termasuk memindahkan elektrolit konsentrasi tinggi dari unit perawatan pasien ke farmasi. Rumah sakit juga perlu menetapkan unit mana saja yang secara klinis memang memerlukan elektrolit konsentrasi tinggi sesuai bukti dan praktik profesional yang ada, seperti misalnya unit gawat darurat atau kamar operasi. Serta menetapkan cara pelabelan dan  penyimpanan sedemikian rupa sehingga aksesnya terbatas agar terhindar dari pemakaian tak sengaja.

Untuk itu, rumah sakit perlu membuat kebijakan dan atau prosedur yang meliputi:
  • Daftar obat-obatan yang masuk kriteria perlu mendapat perhatian tinggi, dimana lokasinya, bagaimana pelabelannya, dan bagaimana penyimpanannya. 
  • Elektrolit konsentrasi tinggi tidak boleh ada di unit perawatan pasien kecuali jika secara klinis diperlukan dan tindakan diambil untuk mencegah pemberian tidak sengaja di wilayah yang diizinkan oleh aturan kebijakannya. 
  • Elektrolit konsentrasi tinggi yang disimpan di unit perawatan pasien diberi label jelas dan disimpan sedemikian rupa hingga tidak mudah diakses.
  • Kebijakan dan atau prosedur tersebut dipantau pelaksanaannya.
Contoh kebijakan tentang obat-obatan yang perlu mendapat perhatian tinggi dapat anda lihat di sini dan di sini. 


Sumber:
  1. Joint Commission International Accreditation Standards for Hospitals 4th. Edition
  2. University of Toledo Health Science Ohio
  3. Mercy Hospital Center Baltimore Maryland

11 komentar:

  1. email setyo nugroho kirim ke tyoachmad89@gmail.com

    BalasHapus
  2. dok, saya wilda dr rs dorys kalteng, lagi bingung akreditasi ni dok.. boleh minta file2 tentang pelayanan pasien nda dok? sop, kebijakan, pedoman, apa aja boleh dok yg bisa membantu saya.. terima kasih dokter atas bantuannya...

    BalasHapus
  3. Email jasri.wilda@gmail.com . Mksh dok..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear dr. Wilda, cantoh dokumen yang anda minta sudah dikirim ke alamat email anda, terima kasih,

      Hapus
  4. dok, saya Ade dari RSU Budi rahayu pekalongan. bolehkah saya minta dokumen mengenai MPO, panduan dan SPO mengenai MPO untuk melingkapi dokumen RS kami. terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear Ade, silahkan anda cantumkan secara spesifik nama dokumen yang anda minta, terima kasih.

      Hapus
  5. Asslamualaikum dokter... saya Denny dari RS Bunda Plb, saat ini kami sedang persiapan Akreditasi RS. Mohon kiranya dokter berkenan mengirimkan file-file panduan/kebijakan/SPO mengenai HKP dan PPK sehingga dapat membantu kami dalam proses ini... terima kasih banyak dokter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear Denny, silahkan anda tentukan satu bab yang anda piih, HPK atau PPK, terima kasih.

      Hapus
    2. Saya pilih PPK saja dokter... Terima Kasih sebelumnya

      Hapus
  6. Email: djuraijin@gmail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear Denny, contoh dokumen yang anda minta sudah dikirim ke alamat email anda, terima kasih.

      Hapus