Selasa, 31 Maret 2015

Balanced Scorecard

Definisi

Balanced Scorecard adalah alat manajemen yang memberikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan suatu pengukuran menyeluruh tentang bagaimana organisasi bergerak maju ke arah pencapaian tujuan-tujuan strategisnya.

Sejarah

Awal abad 20 – Tableau de Bord (dashboard) di Perancis.
  • 1950 – General Electric performance measurement reporting.
  • 1987 – Corporate Scorecard dibuat oleh Analog Devices Inc.
  • 1988 – KPMG membuat untuk Apple Computer suatu sistim pengukuran kinerja.
  • 1990 – Proyek yang diberi nama „Mengukur Efektifitas Organisasi Di Masa Depan” dimulai. Pemimpin proyek: David Norton (Nolan Norton Institute). Advisor:Prof. Robert Kaplan (Harvard Business School). Anggota Tim: Corporate Directors dari Advanced Micro Devices, American Standard, Apple Computer, Bell South, Hewlett Packard, Shell Kanada, Cigna, DuPont, General Electric. 
  • Proyek tersebut didorong oleh kesadaran pada saat itu dimana ukuran kinerja keuangan yang digunakan oleh semua perusahaan untuk mengukur kinerja eksekutif tidak lagi memadai. 
  • Hasil penelitian pada proyek tersebut: Untuk mengukur kinerja eksekutif di masa depan diperlukan ukuran komprehensif yang meliputi empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, serta perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Inilah yang disebut dengan “Balanced Scorecard”.
  • Perusahaan-­perusahaan yang ikut serta dalam penelitian tersebut menunjukkan perlipatgandaan kinerja keuangan perusahaan.
  • Keberhasilan ini disadari sebagai akibat dari penggunaan ukuran kinerja Balanced Scorecard yang komprehensif.
  • Hasil penelitian tersebut dituangkan dalam buku: Robert S. Kaplan, David P. Norton, Balanced Scorecard-Measures that Drive Performance, Harvard Business Review, 1992.
Dilanjutkan dengan beberapa buku dan artikel lain pada tahun-tahun berikutnya yang menjadikan Kaplan dan Norton sebagai pionir Balanced Scorecard.


Balanced Scorecard

Balanced Scorecard berarti “Kartu Nilai Berimbang”.
Terdiri dari empat “kartu” yang berisi nilai.
“Berimbang” karena ada keseimbangan antara tujuan jangka pendek dan jangka panjang, ukuran keuangan dan non keuangan, obyektif dan subyektif, internal dan eksternal.


Balanced Scorecard Klasik


Evolusi Balanced Scorecard
  • Balanced scorecard awalnya sebagai alat ukur kinerja para eksekutif. 
  • Keberhasilan penerapan balanced scorecard memicu penggunaan pada tahapan perencanaan strategik, tidak lagi sebagai alat pengukur kinerja namun berkembang menjadi strategic management system. 


Implementasi Strategi Sebelum Era Balanced Scorecard

Sebelum era Balanced Scorecard, banyak terjadi kesenjangan antara strategi yang dibuat suatu organisasi dengan pelaksanaannya dilapangan.
Akibat kesenjangan itu, terjadi hal-hal berikut ini:
  • Organisasi tidak dapat menjabarkan dengan jelas strategi yang telah dibuat menjadi aktifitas yang efektif untuk mencapai tujuan organisasi. 
  • Terjadi ketidaksinkronan antara strategi yang dibuat dengan aktifitas yang dilakukan. 
  • Hubungan antara strategi dengan aktifitas yang dilakukan tidak jelas. 
  • Terjadi Kesenjangan Antara Strategi dengan Aksi 
  • Strategi yang sudah dibuat menjadi sulit diukur tingkat keberhasilannya. 
  • Efektifitas strategi dalam mencapai tujuan pun sulit dinilai. 
  • Akhirnya, organisasi mengalami “Ketersesatan Strategis”.


Suatu organisasi yang tidak memiliki sistim pengukuran kinerja yang baik cenderung untuk memiliki budaya:
  • "asal bapak senang", 
  • "menjilat" atasan agar mendapat penilaian baik, 
  • "siapa dekat dia dapat", 
  • penilaian kinerja berdasarkan kriteria "like and dislike", dan sebagainya. 
Gambaran kondisinya adalah seperti gambar di bawah ini:

Kata kunci untuk penilaian kinerja yang baik adalah pengukuran (measurement), seperti ungkapan di bawah ini: 
  • If you can’t measure it, you can’t manage it. (Peter Drucker)
  • If you can’t manage it, you can’t achieve it.
Balanced Scorecard hadir dengan solusi pengukuran komprehensif yang dapat menjadi jembatan antara strategi dan aksi.  Sehingga, strategi dapat dijabarkan ke dalam aksi menggunakan ukuran-ukuran yang jelas.


Proses Implementasi BSC


  • Perumusan Visi dan Misi 
  • Peta Strategi (Strategy Map) 
  • Sasaran Strategi (Stategic Objectives) 
  • Ukuran (Measurement) 
  • Penetapan Target 
  • Penetapan Rencana Kinerja (Initiative) 
  • Pengukuran kinerja

Membuat Strategy Map
Kita tidak perlu bersusah payah membuat strategy map dari nol, karena Kaplan dan Norton telah membuatkan template standar untuk strategy map, seperti ungkapan mereka dalam artikel "Having Trouble with Your Strategy? Then Map It" berikut ini:
  • “We have developed a standard template that executives can use to develop their own strategy maps”.
  • “The template provides a common framework and language that can be used to describe any strategy...”
Template Strategy Map Standar

Selain template standar, Kaplan dan Norton juga telah membuatkan untuk kita template spesifik untuk organisasi yang memiliki strategi khusus.

Template Strategy Map Low Total Cost

Template ini dapat digunakan oleh organisasi yang menghendaki produk dan atau jasanya berbiaya rendah.

Template Strategy Map Product Leadership

Template ini dapat digunakan oleh organisasi yang menghendaki produk dan atau jasanya memimpin pasar.

Template Strategy Map Complete Customer Solutions

Template ini dapat digunakan oleh organisasi yang menghendaki customernya setia terhadap produk dan atau jasa yang diproduksinya. 

Template Strategy Map Lock-In

Template ini dapat digunakan oleh organisasi yang menghendaki customernya "terkunci" dengan produk dan atau jasa yang diproduksinya, dan tidak dapat beralih ke produk dan atau jasa pesaingnya.

Contoh Balanced Scorecard Di Rumah Sakit


Objective, Measure, Target, Initiative

Setelah strategy map dibuat, selanjutnya kita perlu membuat scorecard nya, yang isinya terdiri dari objective, measure, target, dan initiative. Contoh scorecard untuk strategy map di atas dapat dilihat disini.

Pengukuran Kinerja

Setelah scorecard dibuat, selanjutnya kita perlu melakukan pengukuran kinerja.  Pengukuran kinerja dilakukan dengan cara membandingkan antara target yang sudah kita buat dengan realisasinya. Contoh pengukuran kinerja untuk salah satu KPI di atas dapat dilihat disini.

Cascading

Cascading balanced scorecard berarti menerjemahkan balanced scorecard korporat ke struktur di bawahnya, mulai dari divisi, departemen, unit, sampai ke setiap individu yang bekerja di perusahaan tersebut.

Contoh Strategy Map Unit

Contoh Strategy Map Individu

Personal Job Description

Karena pada balanced scorecard dapat dilakukan cascading sampai pada level individu, maka ia dapat dijadikan sebagai dasar dalam pembuatan job description. Contoh job description berdasarkan Balanced Scorecard dapat dilihat disini.

Dashboard

Jika kita menggunakan program aplikasi Balanced Scorecard, kita dapat menampilkan seluruh indikator kinerja kita dalam bentuk tampilan antarmuka yang mudah dilihat, seperti dashboard pada kendaraan.

Contoh Dashboard
Berbagai warna yang berbeda pada dashboard di atas menunjukan status kinerja masing-masing strategic objective.  Warna biru menunjukkan target terlampaui.  Warna hijau menunjukkan target tercapai. Warna kuning menunjukkan target tidak tercapai, dengan selisih kurang dari 10%. Warna merah menunjukkan target tidak tercapai dengan selisih lebih dari 10%. Jika kita "klik" masing-masing lingkaran warna itu, langsung muncul indikator kinerja (KPI) apa saja yang ada di dalamnya, dan juga dapat diketahui indikator kinerja yang mana yang tidak tercapai targetnya.  

Kalaupun kita tidak memiliki program aplikasi Balanced Scorecard seperti di atas, kita masih dapat membuatnya sendiri secara manual, atau dapat juga mencari program aplikasi Balanced Scorecard gratis yang tersedia di internet.

Dengan cara seperti itu, maka menjadi lengkaplah strategi yang sudah kita buat.  Karena strategi yang kita buat sudah dapat menampilkan semua aspek strategi secara komprehensif mulai dari visi, misi, nilai, peta strategi, objective, measure, target, initiative, berikut pengukuran kinerjanya yang dapat dipantau hari demi hari, mulai dari level tertinggi berupa target besar perusahaan, sampai level terendah berupa target individu.  Semua itu dapat dilakukan menggunakan alat bantu yang disebut Balanced Scorecard.

Sumber:
  1. Kaplan & Norton, Balanced Scorecard-Measures that Drive Performance, Harvard Business Review, 1992.
  2. Kaplan & Norton, Having Trouble With Your Strategy? Then Map It, Harvard Business Review, 2000
  3. Kaplan & Norton, Strategy Maps, Converting Intangible Assets to Tangible Outcomes, Harvard Business School, 2004.

6 komentar:

  1. Menarik sekali, BSC+KPI management tools yang powerful...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas kunjungan dan komentar anda.

      Hapus
  2. ada referensi untuk mendapat apikasi bsc dan buku kaplan norton yang strategy maps pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan anda perkenalkan diri terlebih dahulu.

      Hapus
    2. sebelumnya saya mohon maaf pak lupa memperkenalkan diri. perkenalkan saya Rizki mahasiswa semester akhir yang sedang menyelesaikan skripsi mengenai IT balanced scorecard. karena saya melihat postingan bapak lebih baik dari beberapa situs yang pernah saya kunjungi. disini saya memiliki kendala dalam step by step penyusunan balanced score card yang saya kurang pahami, untuk mencari referensi nya juga susah tidak ada penjelasan yang detail pada website, jurnal dll. mungkin bapak bisa membantu saya untuk menjelaskan step by stepnya penyusunan bsc. mohon bantuan nya pak. terima kasih.

      Hapus
    3. Silahkan anda cantumkan alamat email anda, terima kasih.

      Hapus